JAKARTA, rindang.ID | Presiden Prabowo Subianto menempatkan kata “rakyat” sebagai istilah yang paling dominan dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026, Jumat (14/8/2026). Berdasarkan analisis transkrip pidato berdurasi sekitar 1 jam 54 menit tersebut, kata “rakyat” disebut sebanyak 98 kali.
Penggunaan kata tersebut menunjukkan penekanan kuat Presiden terhadap kesejahteraan masyarakat, kedaulatan negara, serta berbagai program pemerintah. Selain “rakyat”, sejumlah kata yang paling sering muncul antara lain “Indonesia” sebanyak 62 kali, “kita” 58 kali, “negara” 45 kali, “pemerintah” 32 kali, “BUMN” 28 kali, “tahun” 24 kali, “bekerja” 21 kali, “program” 19 kali, dan “ekonomi” 16 kali.
Namun, dari perspektif lingkungan dan keberlanjutan, narasi yang muncul dalam pidato tersebut relatif terbatas. Kata “hijau”, misalnya, tidak ditemukan dalam transkrip pidato.
Sementara itu, kata “lingkungan” disebut satu kali, itupun ketika Presiden menjelaskan fasilitas yang tersedia di sekolah rakyat. Lingkungan dalam konteks tersebut merujuk pada lingkungan sekolah yang aman, bersama dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, dan guru.
Presiden juga menyebut kata “hutan” ketika membahas upaya menjaga hutan lindung dalam konteks ekonomi hijau. Penyebutan tersebut muncul sekitar menit ke-1:18:15 hingga 1:18:20.
Menariknya, sejumlah istilah yang kini menjadi bagian penting dalam agenda keberlanjutan justru tidak disebut secara eksplisit. Frasa “transisi energi” dan “masyarakat adat” tidak ditemukan dalam transkrip pidato tersebut.
Padahal, isu-isu tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, deforestasi, ketahanan energi, perlindungan ekosistem, serta pengakuan terhadap hak masyarakat yang hidup dan bergantung pada sumber daya alam.
Dari sisi ekonomi, pidato Presiden lebih banyak menekankan swasembada pangan, penguatan BUMN, program pemerintah, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Lingkungan hidup muncul sebagai bagian dari narasi yang lebih luas mengenai pembangunan dan ekonomi, bukan sebagai tema utama yang berdiri sendiri.
Temuan tersebut memperlihatkan adanya ruang untuk memperkuat hubungan antara agenda kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan lingkungan. Sebab, ketahanan pangan, ekonomi, kesehatan, energi, dan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya sangat bergantung pada keberlanjutan sumber daya alam dan kualitas lingkungan.
Penghitungan yang menjadi bahan analisa oleh rindang.ID sendiri menggunakan tools Gemini pada Youtube.



