PALU, rindang.ID | Environmental Fest 2025 resmi dibuka pada Rabu (18/6/2025) di Lapangan Imanuel, Kota Palu. Festival yang akan berlangsung selama empat hari ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat aksi nyata pelestarian lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat Sulawesi Tengah untuk bersama-sama menghentikan polusi plastik.
Festival ini digagas oleh Lingkar Media Promosindo dan Perdana Khatulistiwa, bekerjasama dengan para peserta PROPER se-Sulawesi Tengah, serta didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Peserta PROPER adalah para penanggung jawab usaha atau perusahaan yang telah dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai perusahaan yang taat dalam pengelolaan lingkungan hidup, sesuai dengan Permen LHK Nomor 01 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk periode 2023–2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Yopie Patiro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini merupakan bentuk nyata kerja sama lintas sektor, terutama antara pemerintah dan pihak swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan ini. DLH mendukung penuh, terutama dalam hal fasilitasi. Festival ini adalah ruang untuk memperlihatkan langsung kontribusi nyata perusahaan, sekaligus menjadi motivasi membangun daerah secara berkelanjutan, bukan hanya berorientasi profit,” ujarnya.
Sambutan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulteng, Rudi Dewanto yang mewakili Gubernur Sulteng menekankan pentingnya festival ini sebagai ajang refleksi sekaligus aksi nyata dalam menjaga bumi.
“Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini, Hentikan Polusi Plastik, adalah tantangan besar. Kini saatnya kita semua mengambil langkah konkret, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya sinergi dalam konteks Golden Triangle antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, yang kini didorong melalui program “9 Berani” oleh Gubernur Sulteng.
Program ini mengajak pelaku usaha berkontribusi nyata melalui CSR, khususnya untuk mendukung sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Arman Setiawan selaku inisiator sekaligus Direktur Lingkar Media Promosindo menjelaskan bahwa Environmental Fest 2025 menjadi ruang bagi perusahaan peserta PROPER untuk menampilkan capaian dan inovasi pengelolaan lingkungan mereka.
“Melalui festival ini, masyarakat bisa melihat langsung kontribusi perusahaan dalam menjaga lingkungan dan mendukung komunitas sekitar melalui berbagai program sosial,” jelas Arman.
Festival ini juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan inspiratif, seperti pameran inovasi lingkungan, produk UMKM, talk show, diskusi publik, fashion show daur ulang, hiburan dari band lokal, serta stan edukasi dari komunitas pemerhati lingkungan.
Yang menarik, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program penukaran sampah plastik. Setiap 1 kilogram sampah plastik yang dibawa ke stan DLH kabupaten/kota bisa ditukar dengan satu paket alat tulis untuk anak sekolah atau es krim. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sekaligus mendorong budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Arman juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan ini berasal dari sponsor dan kontribusi peserta PROPER, tanpa menggunakan dana APBD. Ia mengajak masyarakat luas untuk meramaikan festival ini sebagai bentuk nyata perayaan Hari Lingkungan Hidup.
“Mari kita rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan aksi nyata. Jadikan Environmental Fest 2025 sebagai momentum kolektif untuk menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Pembukaan festival ini ditandai dengan pelepasan burung merpati bersama-sama oleh perwakilan pemerintah, perusahaan, dan komunitas.
Hari pertama sendiri warga tampak antusias mengunjungi stan-stan perusahaan maupun komunitas. Mereka penasaran dengan inovasi hingga pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan perusahaan.



