Aksi peringatan kemerdekaan RI di Goa Silamolo, Desa Kaliburu, Donggala, Minggu (17/8/2025). (Foto: Agus/ rindang.ID)

‘Indonesia Raya’ Bergema di Perut Bumi: Pecinta Alam Rayakan Kemerdekaan di Goa Silamolo Donggala

DONGGALA, rindang.ID | Jika biasanya upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di lapangan terbuka, namun tidak dengan sekelompok pecinta alam di Kabupaten Donggala. Mereka mengibarkan sang saka Merah Putih jauh di dalam perut bumi, tepatnya di salah satu lorong Goa Silamolo, Desa Kaliburu, Minggu (17/8/2025).

Goa vertikal yang dikenal dengan keheningan dan keunikan formasinya itu menjadi saksi prosesi sakral. Di kedalaman 12 meter, dengan lorong horizontal sepanjang 100 meter dan lebar 20 meter, 23 peserta dari berbagai komunitas pegiat alam bebas, kelompok pecinta alam, dan relawan PMI Kota Palu, larut dalam suasana penuh khidmat.

“Ini cara kami mengenang jasa pahlawan dengan cara berbeda, di ruang yang menantang sekaligus memukau,” kata Wahyudin, salah satu peserta.

Suasana di dalam goa jauh dari riuh. Hanya gema suara peserta menambah kesyahduan upacara. Lampu-lampu kepala memantulkan cahaya lembut, menciptakan nuansa magis sekaligus sakral ketika bendera merah putih perlahan naik di tengah lorong gua.

Para peserta berdiri tegap di atas lantai goa yang dingin, dada mereka bergetar ketika mengumandangkan Indonesia Raya.

Bagi para pecinta alam, peringatan kemerdekaan di Goa Silamolo bukan sekadar simbol. Ini adalah pengingat bahwa kebebasan dan kemerdekaan dapat dirayakan di mana saja, bahkan di kedalaman bumi sekalipun. Goa yang biasanya hanya jadi arena ekspedisi dan petualangan, kini menjadi ruang refleksi akan arti perjuangan dan persatuan.

“Di tempat ini, kami merasa lebih dekat dengan alam, sekaligus lebih dekat dengan makna kemerdekaan itu sendiri,” kata Wahyudin.

Upacara di Goa Silamolo menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Donggala. Di usia ke-80 tahun Indonesia merdeka, anak bangsa terus mencari cara baru untuk meneguhkan ingatan, bahwa kemerdekaan adalah milik semua, termasuk mereka yang merayakannya dalam heningnya perut bumi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top