Praktikum mahasiswa Untad di Danau Poso dan Saluopa, Poso. (Foto: Eko)

Eksplorasi Biota Danau Poso, Mahasiswa Untad identifikasi Ancaman Invasif dan Pentingnya Konservasi

POSO, rindang.ID | Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan praktikum lapangan mata kuliah Biota Akuatik Endemik Sulawesi di Danau Poso dan Air Terjun Saluopa, Minggu (7/12).

Kegiatan ini dipimpin oleh penanggung jawab mata kuliah, Dr. Samliok Ndobe, yang memilih Danau Poso setelah presentasi Kurniawan Bandjolu dari Ekspedisi Riset Akuatika Indonesia dua minggu sebelumnya di kampus Untad. Presentasi tersebut memperkenalkan kekayaan biota endemik dan urgensi pelestarian Danau Poso.

Perjalanan tujuh jam dari Palu menuju Tentena terbayar dengan bentang alam Air Terjun Saluopa, tempat rombongan mahasiswa, dosen, dan pendamping mendirikan tenda. Sebelum turun ke lapangan, Dr. Samliok bersama Kurniawan memberikan arahan serta membagikan panduan identifikasi biota endemik yang disusun oleh Markéta Rejlková (Sulawesi Keepers) dan Diky Dwiyanto (Masyarakat Zoologi Wallacea).

Praktikum dibagi di dua lokasi: Batu Dua Leboni dan Air Terjun Saluopa. Setiap kelompok mahasiswa ditugaskan mengamati, mengoleksi, dan mengidentifikasi ikan, udang, kepiting, keong, dan kerang endemik, sekaligus mencatat parameter lingkungan seperti pH dan suhu.

Di Batu Dua Leboni, mahasiswa berhasil mengoleksi sejumlah spesies ikan endemik seperti Oryzias nebulosus, Oryzias orthognathus, Oryzias nigrimas, dan Mugilogobius sarasinorum. Koleksi Crustacea meliputi Caridina longidigita, satu spesies Caridina yang belum teridentifikasi, serta kepiting Parathelphusa sarasinorum.

Untuk moluska, ditemukan Tylomelania kuli, Tylomelania carbo, Tylomelania centaurus, Tylomelania toradjarum, dua spesies Tylomelania yang belum teridentifikasi, serta kerang Corbicula possoensis.

Sementara itu, tim kedua di Air Terjun Saluopa mengoleksi ikan Nomorhamphus celebensis di bawah bimbingan Abdul Gani, Co-Chair Ekspedisi Riset Akuatika Indonesia. Jenis Crustacea yang ditemukan meliputi Caridina schenkeli, kepiting Parathelphusa possoensis, dan satu kepiting yang belum teridentifikasi. Keong yang ditemukan antara lain Tylomelania toradjarum dan satu spesies Tylomelania yang belum teridentifikasi.

Mahasiswa juga mencatat kehadiran spesies asing Barbodes binotatus di aliran Saluopa, yang berpotensi invasif dan belum diketahui sumber pelepasliarannya.

“Saya senang sekali melihat banyaknya Oryzias orthognathus. Danau Poso ternyata kaya sekali. Saya berharap kelestariannya bisa terus dijaga,” ujar Nanda, salah satu mahasiswa peserta.

Dr. Samliok Ndobe menegaskan pentingnya kemampuan mahasiswa membedakan biota endemik dan spesies invasif yang mengancam keberlangsungan ekosistem Danau Poso. Ia menyebut ikan invasif seperti Melanochromis auratus, Flowerhorn, dan Osteochilus vitattus telah teridentifikasi di lokasi yang sama dengan spesies endemik.

“Menjaga kelestarian biota akuatik Danau Poso berarti menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus mendukung pariwisata yang berwawasan lingkungan,” tegasnya.

Kegiatan praktikum ini diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang konservasi biota perairan endemik serta mendorong kesadaran lebih luas untuk melindungi kekayaan hayati Danau Poso.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top