Aksi bersih Sungai Palu yang dilakukan BKKBN Sulteng. (Foto: BKKBN Sulteng)

BKKBN Sulteng Gelar Aksi Bersih Sungai di Tengah Darurat Sampah di Pesisir Palu

PALU, rindang.ID | Tumpukan sampah masih menjadi pemandangan yang akrab di bantaran Sungai Palu. Plastik, popok sekali pakai, hingga potongan kayu terus terseret arus, tersangkut di semak-semak, lalu perlahan mengalir menuju Teluk Palu.

Kondisi itu mendorong Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Sulawesi Tengah menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Sungai Palu, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Jumat (26/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengumpulkan sedikitnya 10 kantong besar dan 10 kantong sedang sampah yang menumpuk di tepi sungai. Sebagian besar berupa plastik kemasan, popok sekali pakai, serta kayu yang hanyut dari hulu.

Aksi ini melibatkan ASN BKKBN Sulteng, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu, IPeKB Kota Palu dan Donggala, pemerintah kelurahan, Kader IMP, hingga warga setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rindang, dan Indah) yang dicanangkan pemerintah pusat. Gerakan ini mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ruang hidup agar tetap lestari.

Namun, di Kota Palu, persoalan sampah bukan sekadar soal kebersihan. Sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Palu telah lama menjadi jalur utama limbah rumah tangga. Sampah dari permukiman padat di bantaran sungai perlahan berpindah ke laut, mencemari pesisir dan mengancam ekosistem perairan.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, menyebut kebersihan lingkungan berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Instruksi Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI dan arahan Menteri Kemendukbangga/BKKBN harus kita dukung bersama. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat. Ini bukan hanya soal mengangkut sampah, tapi membangun kesadaran bahwa kesehatan dimulai dari lingkungan,” kata Tenny.

Kondisi Teluk Palu saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Setiap musim hujan, volume sampah yang mengalir dari sungai meningkat drastis. Tanpa perubahan pola pengelolaan, teluk akan terus menjadi tempat akhir pembuangan limbah kota.

Menurut Tenny, kegiatan serupa juga dilakukan secara serentak oleh penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta OPD KB di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah sebagai upaya memperkuat gerakan lingkungan berbasis komunitas.

Selama ini, program Jumat Bersih rutin digelar di lingkungan kantor BKKBN Sulteng. Ke depan, kegiatan tersebut akan diperluas ke bantaran sungai dan pesisir, termasuk wilayah yang bermuara langsung ke Teluk Palu.

Aksi bersih-bersih ini diharapkan memicu perubahan perilaku, sistem pengelolaan yang adil, serta keberpihakan kebijakan pada keberlanjutan lingkungan yang meminimalisasi timbulan sampah di Teluk Palu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top