JAKARTA, rindang.ID | Di tengah persoalan sampah yang kian menekan kota-kota pesisir, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta guna membicarakan masa depan pengelolaan sampah di Kota Palu.
Didampingi sejumlah pihak, Wali Kota Palu diterima langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, di ruang kerjanya. Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara daerah dan pusat, sekaligus penegasan komitmen Palu untuk keluar dari pola pengelolaan sampah yang selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya antara Pemerintah Kota Palu dan Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) KLH RI. Salah satu topik yang kembali mengemuka ialah rencana kerja sama pengolahan sampah dengan investor asal Jepang, yang digadang-gadang membawa pendekatan teknologi dan sistem yang lebih berkelanjutan.
Di hadapan Menteri Lingkungan Hidup RI, Wali Kota Palu menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, bukan hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga pada penguatan teknologi dan sistem.
“Pengelolaan sampah tak bisa lagi dikerjakan secara parsial, melainkan harus sejalan dengan arah pembangunan nasional,” kata Hadianto.
Harapannya, pertemuan ini dapat menyelaraskan langkah Palu dengan Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas), sekaligus mempercepat penerapan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di tingkat kota.
Pemerintah Kota Palu menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dan membuka ruang kerja sama strategis dengan berbagai pihak, demi menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berpihak pada masa depan kota.



