PALU, RINDANG | Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni, mahasiswa pecinta Alam STMIK Computer Analist (MAPASCAL) STIMIK Bina Mulia Palu menginisiasi aksi bersih sampah plastik di pesisir Teluk Palu, Kelurahan Talise.

Aksi bersih-bersih pesisir Teluk Palu itu diikuti beberapa anggota pecinta alam perwakilan dari berbagai lembaga di Kota Palu serta para karang taruna.

Pantauan di lokasi, sampah-sampah plastik lebih banyak terselip di antara batu-batu besar yang dibuat tanggul di sepanjang pinggiran pantai, kondisi ini sedikit menyulitkan peserta aksi bersih untuk mengeluarkan sampah dari himpitan batu.

Sampah-sampah yang dibuang warga yang belum sadar akan lingkungan itu bermacam-macam, mulai dari plastik makanan/minuman, gelas minuman kemasan, sedotan hingga plastik kresek.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Moh Arif Lamakarate mengaku sangat mengapresiasi aksi nyata tersebut.

“Tadi pagi juga kita telah melakukan aksi bersih bersama karyawan PLN, dan sungguh miris melihat kesadaran warga yang masih rendah terhadap sampah. Olehnya saya berharap, aksi bersih seperti ini dapat terus berjalan, sehingga masyarakat semakin sadar untuk menjaga lingkungan,” ucapnya.

Sementara Ketua Mapascal STIMIK Bina Mulia Palu, Adrian Ferdinan Devianto mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan aksi nyata dalam memperingati Hari Lingkungan Sedunia, dengan melibatkan para pecinta alam dari berbagai lembaga, karang taruna serta komunitas lainnya.

“Dalam aksi bersih ini, sekira 60 orang yang terlibat mewakili lembaga, komunitas maupun karang taruna di Kota Palu. Kami sangat mengapresiasi teman-teman yang telah berpartisipasi,” jelasnya.

Dia berharap, aksi serupa akan rutin dilaksanakan, sebagai upaya menekan jumlah sampah di Kota Palu serta lebih kepada membangun kesadaran serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli lingkungan.

Dalam aksi bersih itu, ada sekira 30 kantong plastik sampah berhasil dikumpulkan, dan langsung diangkut menggunakan truk sampah milik DLH Kota Palu ke TPA Kawatuna. THA