Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq (kanan), saat memberi penjelasan kepada jurnalis di Kantor Bulog Sulteng. (Foto: Heri/rindang.ID)

Wadirut Bulog Tinjau Palu, Stok Pangan Sulawesi Tengah Aman hingga November 2026

PALU, rindang.ID | Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, mengunjungi Kota Palu pada Selasa (10/3/2026) untuk meninjau langsung kesiapan stok pangan Bulog di Sulawesi Tengah menjelang periode kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Dalam kunjungan tersebut, Marga menilai ketahanan stok yang dimiliki Bulog Sulawesi Tengah berada dalam kondisi memadai, bahkan di tengah penyaluran bantuan pangan untuk ratusan ribu penerima manfaat.

“Stok di Sulawesi Tengah sangat mempuni. Bahkan saat Bulog Sulteng menggelontorkan bantuan pangan Februari–Maret 2026 untuk 408.809 penerima manfaat, ritme stok masih terjaga,” ujar Marga kepada jurnalis di Kantor Bulog Sulteng.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan saat ini, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog di wilayah Sulawesi Tengah diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga November 2026. Namun, kondisi tersebut tetap bersifat dinamis karena pergerakan stok yang terus berlangsung.

“Ini dinamis, ada stok keluar dan ada juga yang masuk. Tapi secara umum ritmenya masih terjaga,” katanya.

Secara keseluruhan, kondisi stok pangan di Sulawesi Tengah dilaporkan berada dalam status aman dan terkendali.

Pemantauan rutin yang dilakukan Bulog menunjukkan ketersediaan pangan di berbagai wilayah, mulai dari Tolitoli, Luwuk Banggai hingga Morowali, masih terjaga dengan baik.

Dari sisi harga, beras di Sulawesi Tengah juga dinilai masih berada dalam batas wajar. Namun, terdapat pengecualian di Kabupaten Morowali, di mana harga beras premium cenderung lebih tinggi karena sebagian besar pasokan didatangkan dari Sulawesi Selatan dengan biaya logistik yang relatif besar.

Sementara itu, Bulog Sulawesi Tengah menargetkan pengadaan beras sebanyak 11.300 ton sepanjang 2026. Hingga saat ini, realisasi pengadaan baru mencapai sekitar 500 ton atau sekitar 5 persen dari target, mengingat wilayah tersebut belum memasuki masa panen raya.

Panen raya diperkirakan baru mulai berlangsung pada akhir Maret atau setelah Lebaran di sejumlah wilayah sentra produksi seperti Parigi, Pantai Barat, dan Pantai Timur.

Di sektor minyak goreng, harga dan ketersediaannya juga dilaporkan masih dalam kondisi normal. Meski demikian, secara umum terdapat tantangan dalam menjaga pasokan karena jumlah produsen yang terbatas serta aturan penyerapan produksi yang berlaku.

Dengan kondisi stok yang dinilai aman serta penguatan infrastruktur yang terus dilakukan, Bulog optimistis stabilitas pasokan pangan di Sulawesi Tengah dapat tetap terjaga sepanjang tahun.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top