POSO, rindang.ID | Tim peneliti gabungan berhasil mengungkap spesies baru tanaman hias dari kelompok rhododendron yang berasal dari Sulawesi Tengah.
Spesies tersebut diberi nama Rhododendron Yombuwurii, tumbuhan epifit dengan bunga kecil berwarna oranye cerah yang kini masih menyimpan banyak tanda tanya, terutama terkait keberadaan populasi alaminya di habitat asli.
Penemuan ini dipublikasikan secara ilmiah pada 2026, setelah melalui serangkaian penelitian panjang sejak 2020. Tanaman ini pertama kali ditemukan pada Juni 2023 di sekitar Tentena, namun baru dapat dikaji lebih lanjut setelah spesimen berhasil dikumpulkan pada pertengahan hingga akhir 2024.
Ciri Khas yang Membedakan
Secara morfologi, Rhododendron Yombuwurii memiliki sejumlah karakter unik yang membedakannya dari spesies lain dalam subgenus Vireya. Salah satu yang paling mencolok adalah bunga kecil berwarna oranye dengan ukuran relatif mungil, hanya sekitar 17–22 mm.
Jika dibandingkan dengan kerabat dekatnya seperti Rhododendron Celebicum, spesies baru ini memiliki urat daun yang menonjol, perbungaan setengah tegak hingga horizontal, serta kelopak bunga yang gundul—berbeda dengan R. celebicum yang cenderung bersisik dan memiliki bunga lebih besar berwarna merah muda hingga merah.
Perbedaan juga terlihat saat dibandingkan dengan Rhododendron impressopunctatum, terutama pada ukuran daun yang lebih kecil, jumlah bunga yang lebih sedikit, serta posisi benang sari yang tidak menonjol keluar. Sementara itu, dibandingkan Rhododendron vidalii subsp. brachystemon, spesies ini tampil kontras dengan bunga oranye, bukan putih, serta struktur daun dan ovarium yang berbeda.
Tak hanya secara kasat mata, keunikan R. Yombuwurii juga terletak pada struktur mikroskopisnya. Hasil pengamatan menunjukkan adanya sisik substellate dengan bentuk tidak beraturan di permukaan bawah daun—ciri khas yang menempatkannya dalam kelompok Schistanthe.
Status Konservasi: Kurang Data
Meski telah dideskripsikan secara ilmiah, status konservasi spesies ini masih tergolong Data Deficient (DD) atau kurang data menurut penilaian awal IUCN. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi terkait populasi alami dan distribusinya.
Hingga kini, para peneliti belum pernah menemukan langsung populasi R. yombuwurii di habitat aslinya. Informasi lokasi hanya diperoleh dari warga lokal dan pengumpul tanaman, yang menyebutkan bahwa spesies ini berasal dari kawasan Pegunungan Tokorondo, diduga pada ketinggian 1000–1800 meter di atas permukaan laut.
“Namun, lokasi pastinya belum dapat dipetakan secara akurat. Survei yang dilakukan sejak 2020 juga masih terbatas di area yang mudah dijangkau, sehingga eksplorasi mendalam ke hutan primer belum sepenuhnya dilakukan,” peneliti yang terlibat dalam penelitian tanaman tersebut, Kurniawan Bandjolu mengatakan.
Bertahan di Luar Habitat Asli
Harapan konservasi muncul dari praktik budidaya yang telah dilakukan masyarakat lokal. Rhododendron Yombuwurii kini diketahui mampu tumbuh dan berbunga di sekitar Air Terjun Saluopa, Tentena, pada ketinggian sekitar 560 mdpl—jauh lebih rendah dari habitat aslinya.
Tanaman ini dibudidayakan sebagai epifit di bawah naungan pohon kecil, menggunakan media seperti substrat anggrek, dan hidup berdampingan dengan lumut serta pakis dalam kondisi lembap dan teduh. Beberapa warga bahkan menanamnya di kebun pribadi, menjadikan mereka aktor penting dalam konservasi ex-situ spesies ini.
Peran Kunci Masyarakat Lokal
Penemuan dan pelestarian R. Yombuwurii tidak lepas dari kontribusi masyarakat setempat. Selain menjadi sumber informasi awal, warga juga berperan dalam menyediakan spesimen, mendampingi penelitian lapangan, hingga menjaga tanaman ini tetap hidup di luar habitatnya.
Para peneliti yang didukung Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat untuk memastikan kelestarian spesies ini.
Upaya konservasi ex-situ dinilai sebagai langkah awal yang penting, namun tetap perlu diiringi dengan eksplorasi lapangan yang lebih luas guna menemukan populasi alaminya



