RINDANG | Studi yang dilakukan Universitas Cornell, sebuah universitas penelitian swasta yang terletak di Ithaca, New York, Amerika Serikat menemukan, orang Indonesia paling banyak mengonsumsi plastik di dunia.

Plastik yang dikonsumsi itu bukan plastik yang di gorengan, tapi mikroplastik. Penelitiannya menyebutkan, orang Indonesia makan mikroplastik sebanyak 15 gram setiap bulannya. Sumber mikroplastik yang dikonsumsi itu mayoritas berasal dari makanan.

Orang Indonesia menurutnya sangat sulit melepaskan diri dari plastic karena hampir semua sisi kehidupannya bersinggungan dengan plastic.

Meski begitu, menghindari untuk tidak terus mengonsumsi plastic dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain, menghindari penggunaan talenan plastik yang banyak digunakan, baik di rumah maupun di restoran-restoran.

Talenan digunakan untuk memotong-motong makanan, baik sayuran, daging ataupun buah-buahan. Talenan plastic berisiko memindahkan mikroplastik ke makanan saat dipotong.

Hindari pula makanan yang berwadah plastik termasuk wadah plastik yang berlabel microwaveable. Microwaveable bukan jaminan bahwa makanan dalam wadah plastic aman dimasukkan dalam microwave. Bahkan mikroplastik pun bisa masuk ke makanan saat dipanaskan dalam microwave.

Kurangi juga gelas kertas karena lapisan luarnya terbuat dari plastik High-density polyethylene (HDPE). Plastik HDPE tidak bisa digunakan berulang karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Selain itu daur ulangnya juga susah.

Lalu hindari juga teh celup karena kantongnya terbuat dari plastik polipropylen yang mikroplastiknya bisa luluh karena air panas. Polypropylene memiliki tingkat kepadatan yang rendah dan bis amengalami oksidasi pada suhu yang lebih tinggi. (bmz)

Hasil Studi Cornell dapat di baca di tautan ini: Studi Memetakan Penyerapan Mikroplastik oleh Manusia di 109 Negara