“Kami tidak memberikan batasan jumlah berapa banyak sampah plastik yang harus dibawa untuk bisa ditukar, satu sampah plastik yang dibawa tetrap dapat ditukarkan dengan takjil, yang penting membawa wadah yang bukan sekali pakai,” imbuh Wesno.

PALU, RINDANG | Bank Sampah Kabelota Pura Tondo punya cara unik untuk mengumpulkan sekaligus mengampanyekan pengurangan sampah plastik di Ramadhan ini, yakni dengan menyediakan takjil yang ditukar dengan sampah plastik.

Seperti yang dilakukan di depan kantor Kelurahan Tondo, Palu Utara, Jumat (29/3/2024) sore, kegiatan bertajuk Ramadhan Minim Sampah itu membagikan takjil kepada warga dengan syarat membawa sampah plastik untuk ditukarkannya. Sampah plastic itu bisa berupa gelas atau botol kemasan bekas air minum.

Koordinator Bank Sampah Kabelota Pura, Wesno mengungkapkan, kegiatan yang diinisiasi bersama Bentala Herita Lestari dan berkolaborasi dengan Yayasan Arkom Indonesia Palu, Remaja Masjid Al-Ittihad Tondo dan Paguyuban Salemba Empat Untad serta komunitas Tiktoker’s Palu itu merupakan salah satu bentuk upaya mereka untuk mengurangi sampah plastic.

“Seperti kita tahu, selama Ramadhan ini banyak orang yang menggunakan plastik apakah itu untuk membeli takjil, ke pasar atau buka puasa bersama. Nah, kami mencoba meminimalisir penggunaannya dengan menukarkan sampah plastik itu dengan takjil,” kata Wesno di sela-sela penukaran itu.

Kegiatan yang digelar pada Jumat sore itu adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Kamis (21/3/2024) juga digalar hal yang sama namun kali ini jumlahnya lebih banyak.

Sementara itu, antusiasme warga untuk menukarkan sampah plastiknya dengan takjil itu cukup besar. Hingga menjelang berbuka puasa, ratusan warga datang silih berganti membawa kemasan plastik bekas air minum untuk ditukarkan dengan takjil.

Wesno mengaku, pihaknya menyediakan 1000 biji kue-kue aneka jenis dan 700 porsi minuman untuk ditukarkan pada aksi kali ini.

“Kami tidak memberikan batasan jumlah berapa banyak sampah plastik yang harus dibawa untuk bisa ditukar, satu sampah plastik yang dibawa tetrap dapat ditukarkan dengan takjil, yang penting membawa wadah yang bukan sekali pakai,” imbuh Wesno.

Pada aksi itu, Wesno juga tidak mematok target muluk-muluk untuk pengumpulan sampah plastic, yang pasti katanya, dengan cara itu, warga akan menjadi sadar betapa pentingnya pengurangan sampah plastik itu.

“Kalau satu orang saja membawa sampah plastic untuk ditukarkan dengan takjil, maka sampah plastic yang bisa dikumpulkan juga menjadi cukup banyak. Nantilah kita timbang beratnya setelah kegiatan ini,” ujar Wesno lagi. (bmz)