PALU, RINDANG | Fenomena pemutihan karang akibat pemanasan global juga didapati di Sulawesi Tengah.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mengungkapkan pemantauan yang dilakukan sejak tahun 2016 mendapati dampak nyata dari pemanasan global yang terjadi.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Muh. Edward mengungkapkan fenomena karang yang mengalami pemutihan itu ditemukan di dua kabupaten.

“Di antaranya di kawasan karang Desa Marantale, Kabupaten Parimo dan Sombori Kabupaten Morowali,” Edward mengungkapkan, Rabu (28/2/2024).

Konservasi dengan transplantasi karang kata Edward terus dilakukan di dua kawasan tersebut.

Pemutihan karang atau coral bleaching terjadi karena peningkatan suhu laut, dampak pemanasan global.

Laut yang memanas menyebabkan tekanan termal yang berkontribusi pada pemutihan karang. Selain itu kenaikan permukaan laut juga berkontribusi pada kerusakan karang karena memicu peningkatan sedimentasi terutama pada karang di dekat sedimentasi berbasis daratan. Hal itu mengganggu ekosistem laut.

Data Stasiun Pemantauan Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Kota Palu sendiri mencatat sejak tahun 1976 hingga 2020 tren kenaikan suhu di Sulawesi Tengah terus terjadi menjadi rata-rata 27,5 derajat.

Kenaikan suhu 1 sampai 3 derajat juga terjadi pada permukaan laut yang memicu pengasaman laut yang progresif yang mengganggu ekosistem laut dan pesisir.