RINDANG, PALU | Sulawesi Tengah menjadi pusat peringatan Hari Anti Tambang (HANTAM) tahun 2024 yang jatuh 29 Mei.

Tahun ini peringatan HANTAM bertema ‘Lawan Kolonialisme Industri Ekstraktif, Galang Kerja Sama Lawan Rezim Ekstraktif’.

Sejumlah organisasi lingkungan berkumpul dan menggelar berbagai aksi 26 Mei hingga 30 Mei.

Di Jodjokodi Convention Center (JCC), Kota Palu Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) bersama organisasi lainnya menggelar diskusi dan pameran baik foto maupun lukisan tentang dampak industri pertambangan terhadap warga.

Sebuah lukisan yang dipamerkan di JCC Kota Palu dalam rangka Hari Anti Tambang (HANTAM) 2024. (Foto: Heri/ rindang.id)

Sementara di hari Rabu (29/5/2024) organisasi lingkungan itu bersama warga berunjukrasa di depan Kantor DPRD Sulteng dan Kantor Gubernur meminta aspek lingkungan dan warga menjadi pertimbangan utama pemerintah terhadap kebijakan pertambangan.

Sulawesi Tengah sendiri menjadi pusat peringatan HANTAM 2024 lantaran masifnya pertumbuhan industri tambang khususnya di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Dua isu dari Sulawesi Tengah yang mencuat dalam aksi HANTAM 2024 yakni dampak pembangunan IKN dan Industri Nikel.

“Kami berharap terbangun solidaritas terhadao rakyat yang terdampak dan menolak tambang,” kata Koordinator Eksekutif JATAM Sulteng, Taufik.