RINDANG, PALU | Konsep ramah lingkungan bertema Ecokurban diusung Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu saat momen Iduladha 2024.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Iduladha tahun 2024 menjadi momentum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu mengampanyekan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Semangat Ecokurban itu diusung dalam pelaksanaan kurban di Kantor DLH Kota Palu, Selasa (18/6/2024). Sebanyak 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing dikurbankan dinas tersebut.

Suasana pelaksanaan kurban di Kantor DLH Kota Palu yang mengggunakan kemasan berbahan daun untuk membungkus daging kurban, Selasa (18/6/2024). (Foto: Ibnu M)

Alih-alih menggunakan plastik untuk mengemas daging kurban seperti umumnya digunakan, pihak DLH Palu menggantinya dengan ratusan kemasan atau wadah yang terbuat dari anyaman daun. Masyarakat Kota Palu biasa menyebut wadah itu ‘kamboti’.

“Ini semangat kami untuk mengampanyekan pengendalian penggunaan plastik sekali pakai. Harapannya menimbulkan kebiasaan baru masyarakat untuk beralih ke konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) atau wadah yang bisa digunakan berkali kali,” Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir menjelaskan.

Sebelumnya komitmen ramah lingkungan dalam pelaksanaan kurban tahun 2024 di Kota Palu juga dikuatkan dengan terbitnya Surat Edaran Wali Kota Palu tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1445 H/2024 Tanpa Plastik.

Ibnu mengakui surat edaran itu belum sepenuhnya ditaati oleh masyarakat. Namun langkah itu menjadi wujud arah pembangunan berkelanjutan di Kota Palu dengan sensitif terhadap isu lingkungan.

Suasana pelaksanaan kurban di Kantor DLH Kota Palu yang mengggunakan kemasan berbahan daun untuk membungkus daging kurban, Selasa (18/6/2024). (Foto: Ibnu M)

“Memang ini sifatnya baru edaran tapi akan dilakukan evaluasi agar ke depan lebih baik,” Ibnu menuturkan.

Kurban di Kantor DLH Kota Palu sendiri dibagikan kepada PHL, pegawai golongan 1 dan 2, serta pertugas dan pengawas kebersihan yang selama ini berjasa menjaga kebersihan di Kota Palu.