DONGGALA, RINDANG| Puluhan orang mengikuti aksi nyata membersihkan pesisir Pantai Pulau Pangalasiang, Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (9/6/2024).

Yayasan Rumah Bahari gemilang (Rubalang) bersama Arkom Palu, masyarakat setempat, para pelajar SD, SMP, SMA beserta mahasiswa magang bergerak bersama untuk lingkungan yang bebas sampah terutama plastik.

Aksi yang bertemakan Bersama Torang Jaga Laut merupakan bentuk kampanye peningkatan kesadaran publik yang diinisiasi oleh Yayasan Rubalang dan Arkom Palu. Dalam kesempatan yang sama, warga setempat juga menyuarakan gagasan mereka agar Pulau Pangalasiang lebih hijau, bersih dan bebas sampah plastik.

“Torang Bersama jaga laut, merupakan pesan kampanye yang mengajak semua warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap dampak sampah plastik yang kian hari merusak bumi kita, baik di daratan maupun lautan. Dengan memulai aksi ini, diharapkan kita semua dapat melindungi bumi kita dan dapat mewujudkan lingkungan lebih baik untuk generasi yang akan datang,” jelas Moh Tofan Saputra, Direktur Yayasan Rubalang.

Aksi nyata ini merupakan bagian dari program Pendidikan konservasi, bermitra dengan Arkom Palu dan dikolaborasikan dengan program mahasiswa magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalu PT Amtika Karya Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mempromosikan praktik penanganan sampah.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2023 timbulan sampah di Indonesia mencapai 22,970,456.96 ton.  Sulawesi Tengah sendiri menyumbang 199.577 ton dari total timbulan sampah nasional tersebut.

Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik akan mencemari lingkungan dan bisa berimbas kepada kesehatan anak-anak. Beberapa penelitian  menyebutkan, sampah plastik yang bentuknya masih utuh atau sudah hancur menjadi partikel kecil yang bisa mengakibatkan pencemaran air, karena plastik membawa zat kimia yang dapat mengontaminasi air.

Air yang tercemar tidak hanya mengandung zat berbahaya, tetapi juga bisa mengandung bakteri dan parasit, yang akan berpengaruh ke kesehatan anak-anak, seperti, diare, kolera, dan berbagai penyakit lainnya karena kurangnya akses air bersih sehingga pola hidup bersih dan sehat sulit diterapkan.

“Peran anak-anak dan orang muda sangat krusial dalam membantu persoalan sampah. Mereka dapat berpartisipasi aktif melalui berbagai inisiatif seperti kampanye kesadaran lingkungan, program pengumpulan dan pemilahan sampah, serta daur ulang sampah plastik. Pendidikan dan keterlibatan aktif mereka akan menjadi kunci dalam menciptakan perubahan perilaku yang diperlukan untuk menjadikannya sebagai norma di Masyarakat,” tambah Abdy, Direktur Arkom Palu.

Kegiatan kampanye Bersama Torang Jaga Laut yang dilaksanakan Pulau Pangalasiang ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti nonton bareng tentang lingkungan, penanaman mangrove, aksi bersih-bersih pantai dimana puluhan anak usai SD, SMP dan SMA menyuarakan pesan kampanye dengan berpartisipasi aktif pada ragam kegiatan tersebut.

Permasalahan timbulan sampah ini membutuhkan dialog dan kerjasama multisektor dan juga komitmen bersama untuk menangani dan memitigasi permasalahan yang dapat mempengaruhi masyarakat khususnya kesehatan yang bisa berdampak pada aktivitas sehari-sehari. “Terima kasih banyak kepada Yayasan Rubalang dan Arkom Palu atas inisiatifnya untuk mengadakan kegiatan kampanye Bersama Torang Jaga Laut ini dengan pendidikan yang disajikan, semoga membawa dampak positif bagi perilaku masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Mari bergerak bersama, kita selamatkan pulau kita ini bumi bagi generasi masa depan yang lebih baik,” tambah Wida, seorang tokoh Perempuan di Pulau Pangalaseang. (bmz)