RINDANG, PALU | Aksi penanaman mangrove di Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kawasan Konservasi Mangrove Kota Palu justru meninggalkan ancaman bagi kehidupan tanaman pesisir tersebut.

Adalah komunitas Mangrovers Kota Palu yang mendapati hal yang justru kontra dengan semangat konservasi di Kawasan Konservasi Mangrove di pantai Kelurahan Layana pada Kamis pagi (6/6/2024).

Saat akan melakukan pembersihan kawasan itu dari sampah mereka mendapati sebuah spanduk besar milik Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu yang terpasang di area konservasi itu yang tidak diturunkan setelah aksi penanaman bibit mangrove bikin mereka geram.

“Spanduk itu kalau rebah bisa menutupi baby mangrove, tiangnya bisa merusak bibit yang baru tumbuh, dan talinya bisa melilit baby mangrove,” kata Najib, sukarelawan Mangrovers Kota Palu menjelaskan, Kamis (6/6/2024).

Moh. Najib, sukarelawan Komunitas Mangrovers Palu di kawasan Konservasi Mangrove, Pantai Layana Indah, Kota Palu. (Foto aset: Najib)

Najib mengaku mengapresiasi penanaman ratusan bibit mangrove saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu. Namun dia juga menyayangkan aksi itu tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik tentang keberlanjutan konservasi mangrove di kawasan itu.

Para sukarelawan Mangrovers pun akhirnya mencabut dan menurunkan spanduk yang terdapat foto AHY tersebut pada Kamis pagi (6/6/2024).

Sehari sebelumnya penanaman ratusan bibit mangrove dilakukan Kantor ATR/BPN Kota Palu di kawasan itu memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

“Tidak ada larangan memasang spanduk seperti itu, hanya saja kami menyarankan setelah kegiatan langsung dilepas,” Najib memungkasi.